Apa itu trauma?
Trauma psikologis adalah kondisi yang terjadi sebagai akibat dari peristiwa buruk yang menimpa diri seseorang.
Saat mengalaminya, Anda mungkin akan tersiksa dengan emosi, ingatan, dan kecemasan yang mengingatkan kepada peristiwa tersebut.
Sebenarnya, ada banyak kejadian yang dapat menyebabkan trauma psikologis, terutama yang mengancam nyawa.
Namun, situasi yang membuat Anda kewalahan terhadap perasaan tertentu (overwhelmed) atau justru merasa terpinggirkan juga dapat menyebabkan kondisi ini.
Hanya saja, respons tersebut tidak bisa diukur dari kejadian yang dialami, melainkan bagaimana Anda menerima atau menanggapi peristiwa tersebut.
Kondisi kesehatan fisik dan mental, dukungan dari orang terdekat, dan kemampuan diri sendiri untuk menghadapi situasi tersebut dapat memengaruhi reaksi Anda terhadap kejadian traumatis.
Tanda dan gejala trauma
- Reaksi Mental
- Cemas dan stres
- Berkurangnya kemampuan untuk mengingat dan berkonsentrasi.
- Sulit menghindari pikiran mengganggu yang berkaitan dengan kejadian traumatis.
- Terus-menerus teringat kejadian traumatis tersebut tanpa bisa dikendalikan.
- Merasa hilang arah dan disorientasi.
- Reaksi Emosional
- Sangat emosional dan merasa sedih.
- Muncul rasa takut , panik, dan cemas.
- Mati rasa, hingga tak bisa merasakan apa pun.
- Mulai mengisolasi diri dan menjauhi semua orang.
- Depresi, memiliki perasaan bersalah, dan terlalu sensitif terhadap banyak hal di sekelilingnya.
- Terus-menerus merasa waspada karena takut akan ada bahaya lain yang menimpanya.
- Shock atau terkejut karena tidak bisa percaya dengan kejadian buruk yang menimpanya.
- Reaksi Fisik
- Kelelahan
- Gangguan Tidur
- Mual, muntah, dan pusing
- sakit kepala
- keringat berlebih
- Detak jantung meningkat
- Reaksi Pelaku
- Berusaha menghindari berbagai hal yang mengingatkan terhadap kejadian traumatis.
- Sulit berhenti memikirkan apa yang telah terjadi.
- Overprotektif terhadap orang-orang terdekat.
- Sangat waspada terhadap berbagai hal yang terjadi di sekitarnya.
- Tidak melakukan aktivitas sehari-hari seperti biasanya.
- Perubahan terhadap nafsu makan, seperti makan lebih banyak atau justru lebih sedikit.
- Takut untuk bepergian karena khawatir akan terjadi sesuatu yang membahayakan dirinya.
- Mulai melakukan kebiasaan-kebiasaan tak sehat, seperti merokok, mengonsumsi alkohol, atau minum kopi secara berlebihan.
Penyebab Trauma
- Kejadian yang terjadi hanya satu kali
- Kejadian yang terus menerus
- Kejadian yang dianggap remeh
Faktor Risiko Trauma
- Tinggal di lingkungan yang tidak aman.
- Terpisah dari orangtua.
- Mengidap penyakit serius.
- Mengalami kekerasan fisik, seksual, dan verbal.
- Mengalami kekerasan dalam rumah tangga.
- Diabaikan oleh orang-orang terdekat.
Oleh sebab itu, Kita dianjurkan untuk mencari cara mengatasi trauma meski hal tersebut sudah terjadi bertahun-tahun yang lalu.
#redvelvet
