
“Kena mental lu…“
Kata-kata itu sering terdengar pada anak-anak remaja zaman sekarang, untuk membully maupun melamahkan lawan bicara. Namun hal ini sepertinya sudah menjadi trend di kalangan remaja sekarang. Kesehatan mental dipengaruhi oleh peristiwa dalam kehidupan yang meninggalkan dampak yang besar pada kepribadian dan perilaku seseorang. Peristiwa-peristiwa tersebut dapat berupa kekerasan dalam rumah tangga, pelecehan anak, atau stres berat jangka panjang. Jika kesehatan mental terganggu, maka timbul gangguan mental atau penyakit mental. Gangguan mental dapat mengubah cara seseorang dalam menangani stres, berhubungan dengan orang lain, membuat pilihan, dan memicu hasrat untuk menyakiti diri sendiri.
PENGERTIAN KESEHATAN MENTAL
Kesehatan mental merupakan kondisi dimana individu memiliki kesejahteraan yang tampak dari dirinya yang mampu menyadari potensinya sendiri, memiliki kemampuan untuk mengatasi tekanan hidup normal pada berbagai situasi dalam kehidupan, mampu bekerja secara produktif dan menghasilkan, serta mampu memberikan kontribusi kepada komunitasnya.
Menurut dr. Fitriana mengungkapkan bahwa menurut survei terkait kesehatan mental yang pernah dilakukan terhadap siswa baru, hasilnya menunjukkan bahwa 10% siswa mulai mengalami gangguan kecemasan. Hal ini menunjukkan bahwa gangguan kesehatan mental perlu mendapatkan lebih banyak perhatian.
GEJALA GANGGUAN MENTAL
Berikut adalah beberapa gejala atau tanda penyakit mental yang mungkin terjadi :
1. Gangguan kecemasan
Orang dengan masalah kecemasan akan memberikan respons terhadap sesuatu secara berlebihan. Berlebihan ini lebih ke arah negatif, seperti ketakutan, kekhawatiran, hingga hal-hal lain yang mungkin berhubungan kepada kematian. Gangguan kecemasan termasuk gangguan yang paling umum dirasakan oleh penderita penyakit mental.
2. Gangguan mood
Gangguan tentang suasana hati ini bisa melibatkan perasaan dalam tempo yang sangat panjang. Perasaan yang muncul bisa terlalu sedih atau juga terlalu bahagia. Gangguan mood yang paling umum dirasakan adalah depresi, bipolar, dan siklotimik.
3. Gangguan psikotik
Penyakit mental ini melibatkan kesadaran yang terganggu. Gejala yang paling sering muncul adalah halusinasi dan delusi. Seseorang bisa seolah-olah melihat objek, suara, atau orang lain yang padahal itu sama sekali tidak ada.
4. Skizofrenia
Gangguan skizofrenia termasuk ke dalam gangguan psikotik yang membuat orang seperti melihat atau merasakan sesuatu. Saat mengidap gangguan skizofrenia, seseorang sulit membedakan mana kehidupan yang nyata dan mimpi.
5. Gangguan makan
Gangguan makan termasuk ke dalam salah satu penyakit mental karena berurusan dengan psikologi dari seseorang. Orang yang mengalami gangguan ini bisa merasa harus atau tidak harus mengonsumsi sebuah makanan.
Gangguan makan bisa membuat orang bisa mengonsumsi makanan dalam porsi yang banyak hingga menjadi kelebihan berat badan. Bisa juga menjadi enggan makan hingga memuntahkan kembali makanan yang sudah dimasukkan.
6. Gangguan kecanduan
Penyakit mental ini membuat orang sulit menahan dorongan untuk melakukan sesuatu yang seringnya membahayakan diri. Gangguan yang paling sering dijumpai adalah kecanduan rokok, alkohol, hingga obat-obatan. Ada juga kecanduan yang bisa merugikan diri sendiri dan orang lain, seperti kecanduan judi, mencuri, hingga membakar benda yang ada di sekitarnya.
7. Gangguan kepribadian
Orang dengan gangguan ini biasanya memiliki kepribadian yang tidak normal layaknya orang kebanyakan. Hal ini sering membuat orang lain menjadi kesusahan. Sebut saja gangguan kepribadian antisosial yang sulit membuatnya berbaur dengan orang lain.
8. Obsessive-compulsive disorder (OCD)
Orang dengan OCD cenderung memiliki kecemasan dan ketakutan pada sesuatu. Hal ini membuat mereka melakukan hal yang sama berulang-ulang hingga kadang merepotkan untuk diri sendiri. Beberapa orang menganggap hal tersebut menjadi sebuah ritual sakral yang membuatnya menjadi terganggu saat tidak melakukannya. Sebagai contoh gangguan yang membuat orang cenderung mencuci tangan setiap saat.
9. Gangguan stres pascatrauma
Post-traumatic stress disorder (PTSD) merupakan gangguan pada seseorang yang membuatnya sangat tertekan sehingga takut pada sesuatu, termasuk aktivitas, tempat, atau bencana yang pernah dialami. Ketakutan ini akan muncul sewaktu-waktu dan mengganggu para penderitanya biarpun kejadian tersebut sudah terjadi sangat lama.
10. Attention Deficit Hyperactivity Disorder (ADHD)
Kondisi ini membuat seseorang sulit fokus, impulsive, dan hiperaktif. Tidak jarang gangguan ini mempengaruhi aktivitas harian. Penyebab ADHD sebenarnya belum diketahui secara pasti. Namun, banyak pendapat yang menyebutkan bahwa gangguan ini diturunkan oleh faktor genetik.
11. Depresi
Depresi berbeda dengan perubahan suasana hati yang terjadi biasanya. Gangguan depresi memiliki episode yang berlangsung lebih panjang. Mereka yang mengalaminya selalu merasa sedih, cemas, tidak bernilai, dan cenderung mau mengakhiri hidupnya.
12. Factitious
Penderita gangguan factitious membuat penderitanya bisa bertindak seolah-olah memiliki gangguan mental. Kondisi ini juga sering disebut sebagai gangguan mental buatan. Tidak jarang penderitanya menyakiti dirinya sendiri atau melakukan sebuah terapi pengobatan yang sebenarnya tidak perlu dilakukan.
CARA MENJAGA DAN MEMPERBAIKI KESEHATAN MENTAL
1. BELAJAR MEDITASI
Di tengah dunia yang hiruk pikuk, baik nyata maupun maya, banyak orang yang kehilangan kemampuan untuk berdiam diri dan bermeditasi. Padahal, kegiatan seperti meditasi dan berdiam diri sangat penting untuk dilakukan secara rutin. Sisihkan waktu beberapa menit setiap hari untuk berdiam diri dan bermeditasi. Saat meditasi, tenangkan pikiran dan terima emosi serta perasaan yang Anda alami. Anda juga dapat melakukan ibadah sesuai kepercayaan masing-masing.
2. MENULIS JURNAL
Kebiasaan membuat atau menulis jurnal (journaling) diketahui dapat membantu menjaga kesehatan mental. Anda dapat menuliskan soal pikiran, emosi, serta stres yang mungkin Anda alami. Anda juga dapat mengurai masalah yang dihadapi dalam bentuk tulisan. Hal ini dapat membantu Anda untuk mengontrol emosi serta memperbaiki kesehatan mental.
3. LUANGKAN WAKTU MENIKMATI ALAM
Rasa jenuh selama bekerja di dalam ruangan juga dapat mencetuskan masalah kesehatan mental. Apabila memungkinkan, pergilah sejenak untuk menikmati alam. Anda dapat pergi ke teras rumah atau kebun kecil di sekitar rumah. Melihat tanaman atau hewan-hewan di sekitar akan menolong Anda untuk merasa lebih rileks dan kesehatan mental pun tetap terjaga.
4. LEBIH SERING TERTAWA
Saat tertawa, tubuh akan melepaskan hormon endorfin, seperti dopamin, yang memberikan rasa nyaman serta senang. Untuk memancing tawa, tontonlah video komedi, pertunjukan komedian stand up favorit Anda, atau dengarkan podcast yang menghibur. Hal ringan tersebut akan menimbulkan tawa dan membantu Anda merasa lebih baik.
5. UCAPKAN KALIMAT POSITIF
Hindari mengevaluasi diri terlalu berlebihan dan ganti dengan kalimat afirmasi yang lebih positif. Hal itu dapat membantu mengendalikan pola pikir dan menghindari pikiran negatif menguasai diri Anda. Kalimat sederhana seperti ”Saya mampu melewati hari ini” atau ”Saya sudah melakukan yang terbaik dari diri saya” juga dapat membantu menjaga kesehatan mental.
6. BATASI PENGGUNAAN GADGET
Kebiasaan scrolling di media sosial menggunakan gadget secara berlebihan dapat memengaruhi kesehatan mental. Dampaknya, Anda jadi membandingkan diri sendiri dengan orang lain dan cenderung memunculkan berbagai pikiran negatif lainnya. Karena itu, mulai batasi diri dalam menggunakan ponsel. Letakkan ponsel di malam hari, setidaknya satu jam sebelum waktu tidur.
7. MENGOBROL DENGAN ORANG LAIN
Berbicara dengan orang lain dapat membuat perasaan Anda menjadi lebih baik dan membantu memperbaiki kesehatan mental. Ajaklah pasangan, sahabat, rekan, keluarga untuk berdiskusi mengenai perasaan, pikiran, emosi, dan pengalaman yang Anda rasakan.
8. MENGONSUMSI MAKANAN BERNUSTRISI
Menjaga kesehatan fisik juga merupakan salah satu cara memperbaiki kondisi mental. Sebab, kondisi fisik tak bisa dipisahkan dari keadaan jiwa. Oleh karena itu, pastikan Anda selalu makan makanan bergizi setiap hari, perbanyak konsumsi buah dan sayur, dan cukupi kebutuhan cairan Anda. Anda juga perlu menghindari makanan cepat saji, makanan yang terlalu manis, dan berhenti mengonsumsi alkohol atau rokok.
9. TETAP AKTIF
Melakukan aktivitas fisik secara rutin dapat meningkatkan kepercayaan diri Anda. Beraktivitas fisik juga dapat menolong Anda menjadi lebih fokus, lebih positif, dan membantu menjaga kesehatan mental. Lakukan olahraga setidaknya tiga kali dalam seminggu selama 30 menit.
10.CUKUP TIDUR
Kurang tidur dapat membuat Anda mudah merasa stres dan depresi. Pastikan Anda selalu tidur cukup, 6 hingga 8 jam per hari. Anda juga dapat melakukan sleep hygiene setiap malam dengan tidur di kamar yang redup atau gelap, tidak menggunakan ponsel sebelum tidur, dan tidur di jam yang sama setiap hari. Hal-hal tersebut dapat membantu meningkatkan kualitas tidur Anda. Itu dia beberapa cara yang dapat Anda lakukan untuk menjaga dan memperbaiki kesehatan mental. Apabila Anda merasa masalah kesehatan jiwa Anda cukup membebani, jangan ragu untuk berkonsultasi dengan tenaga profesional seperti psikiater maupun psikolog untuk mendapat penanganan yang tepat.
Kesehatan mental sama pentingnya dengan kesehatan fisik. Mental yang sehat akan membuat pikiran menjadi positif sehingga tubuh akan berfungsi dengan baik secara emosional, psikologis, sosial dan akan mempengaruhi cara berfikir, merasakan, dan berperilaku.
_ peminatan it alhikmah
