Fatmawati

  • Identitas Fatmawati

( Hj. Fatmawati Soekarno ) lahir pada 5 Februari 1923, di Pesisir Pantai Tapak Paderi, Bengkulu.

Dan meninggal pada 14 Mei 1980 di Kuala Lumpur, Malaysia.

Ia merupakan istri ketiga dari soekarno, dan ia merupakan ibu negara RI yang pertama

  • Fatmawati Dan Soekarno

Pada bulan Agustus 1938, Soekarno diasingkan ke Bengkulu karena dianggap membahayakan pemerintahan Kolonial Belanda. Walau diasingkan, Bapak Presiden yang satu ini tetap aktif melakukan kegiatan dan bertemu dengan masyarakat di sana. Termasuk berkenalan dengan ayah Fatmawati yaitu H.Hassan Din yang kemudian memintanya untuk menjadi guru. Di sana, Fatmawati juga berstatus sebagai murid.

Lulus dari Muhammadiyah, Soekarno menawarkan Fatmawati untuk bersekolah di Rooms Katholik Vakschool. Meski terhalang persyaratan masuk, Sang Proklamator menjamin akan mengurus semua keperluan sekolah dan mengizinkan Fatmawati tinggal di rumahnya.

Ketika anak angkatnya Ratna Djuami melanjutkan pendidikan ke Yogyakarta, isteri pertama Soekarno, Bu Inggit ikut menemani. Fatmawati dan Soekarno pun saling mengenal satu sama lain. Hingga akhirnya, Soekarno menyatakan keinginan untuk menikahi Fatmawati kepada Bu Inggit. Bu Inggit memutuskan untuk kembali ke Bandung dan bercerai dari suaminya.

Tahun 1943, Fatmawati dan Soekarno menikah di Bengkulu. Setelah itu, ia mendampingi hari-hari Soekarno di Jakarta sampai hari kemerdekaan tiba.

  • Latar Belakang Keluarga

Fatmawati adalah anak tunggal dari pasangan H.Hassan Din dan Siti Chadidjah. Meskipun berstatus sebagai puteri satu-satunya, bukan berarti Fatmawati hidup dengan bergelimang harta dan kemanjaan. Justru, kondisi ekonomi orangtuanya tidak semulus yang dikira.

Peliknya keadaan finansial keluarga saat itu membuat Fatmawati harus berpindah sekolah dan rumah. Ia pernah mengenyam pendidikan di Sekolah Tingkat II, Hollandsch Inlandsche School (HIS), kemudian bermukim di Palembang, dan akhirnya tinggal di Curup, sebuah kota yang berada di antara Lubuk Linggau dan Bengkulu.

Sejak kecil, Fatmawati dibekali dengan nilai-nilai agama oleh keluarganya, terutama kepiawaiannya dalam melantunkan ayat suci Al-Quran. Beliau juga pandai bergaul dan aktif mengurus organisasi Muhammadiyah. Organisasi inilah yang menjadi awal pertemuan Fatmawati dengan Ir.Soekarno.

  • Ibu Negara RI Pertama

Salah satu butir keputusan Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia (PPKI) dalam sidangnya tanggal 19 Agustus 1945 adalah memilih Bung Karno dan Moh. Hatta sebagai Presiden dan Wakil Presiden Pertama Republik Indonesia.

Setelah Ir Soekarno menjabat sebagai Presiden Pertama Republik Indonesia maka secara otomatis Fatmawati yang selalu mendampingi Soekarno kemudian dikenal sebagai Ibu Negara Republik Indonesia yang pertama.

Fatmawati diberi gelar Pahlawan Nasional pada tahun 2000, sebagai bentuk penghormatan atas jasanya bagi Indonesia. Selain itu, ia juga dikenal dengan gelar “Ibu Agung”. Gelar Pahlawan Nasional ini diberikan melalui Surat Keputusan Presiden RI No 118/TK/2000 tanggal 4 November 2000. 

  • Pejuang Kemerdekaan Selama masa memperebutkan kemerdekaan, Fatmawati berperan ganda.  Selain sebagai Ibu Negara, ia juga berperan dalam menyiapkan dan memberikan ransum untuk pejuang di pasukan terdepan pertempuran. Tidak saja urusan makan, Fatmawati kerap juga menjadi orator ulung untuk menyemangati rakyat dan pejuang merebut kemerdekaan. Dan saat menjelang kemerdekaan Indonesia, Fatmawati mendapatkan tugas untuk menjahit bendera Merah Putih. “Berulang kali saya menumpahkan air mata di atas bendera yang sedang saya jahit itu,” kenang Fatmawati, Ungkapan tersebut dikarenakan Fatmawati sedang hamil tua dan sudah bulannya untuk melahirkan Guntur Soekarno putra, putra sulung pasangan Bung Karno dan Fatmawati. “Menjelang kelahiran Guntur, ketika usia kandungan telah mencukupi bulannya, saya paksakan diri menjahit bendera Merah Putih,” kata Fatmawati lagi.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top