Kehadirannya sungguh menyenangkan,
Seperti angin yang menyejukkan,
Dua tahunku jadikan sandaran,
Tak pernah terlintas dalam fikiran,
Untukku tinggalkan ia sendirian,
Namun sayang tuhan lebih tau segalanya,
Tentang siapa yang akan meninggalkan duluan,
Tentang rindu yang akan sulit tersampaikan,
Dan perjuangan kita untuk tetap saling menjaga,
Antara kau, aku dan persahabatan kita.
Entah apa yang harusku katakan padamu,
Sebagai permintaan maaf karena jarang memberi kabar,
Atas semua kekuranganku dan keegoisanku,
Semua ucapan yang tanpaku sadari melukai hatimu,
Maaf, hanya kata itulah yang bisaku katakan.
Mungkin aku masih harus banyak belajar,
Belajar mengerti apa itu persahabatan,
Bersabar dan menjadi kaka yang baik umtukmu,
Yang bisa menampung semua keluhanmu.
Dan untuk yang kesekian kalinya,
Terima kasih sudah datang ke hidupku,
Mewarnai hidupku yang tiga tahun silam penuh dengan kesengsaraan,
Mengajarkanku arti kebebasan,
Membantuku keluar dari gelapnya kehidupan.
Terima kasih banyak,
Atas segala hal yang telah kau beri padaku,
Aku berharap semoga kau selalu bahagia,
Di pertemukan dengan orang orang yang lebih baik dariku,
Aku pamit, sahabatku.
