by : lyfae_16
Seperti embun bertemu daun,
sejuk saat kita bersatu.
Memilih mundur bukan menyerah,
rindu paling sesak adalah jarak.
Kenyataan tak lagi datang,
sesak itu nyata adanya.
Kehilanganmu di alam nyata,
namun kau hadir di alam mimpi.
Perih itu tetap ada,
kau lenyap dari mata,
menjauh dari hadapanku.
Sedih—cerita yang kini kandas,
namun abadi dalam hati.
