Seorang Pengemis

Di salah satu rumah mewah, Terdapat sepasang pengantin baru yang tengah bersiap menikmati hidangan ayam panggang di meja makan.

Tiba-tiba…..

Seseorang mengetuk pintu rumah mereka dari luar, sang istri segera berdiri dari kursinya sembari berkata pada suaminya “wahai suamiku biarlah aku saja yang melihatnya” ia pun segera berjalan dan membuka pintu rumahnya.

“wahai nyonya baik hati, bolehkah jika saya meminta makanan mu sedikit saja?” ucap seorang pengemis dengan nada bergetar karena kedinginan

tak tega melihat pengemis itu, sang istri kembali masuk dan meminta izin suaminya untuk memberikan sedikit makan malamnya kepada seorang pengemis

Tanpa disangka, suaminya malah bembentak sang istri…”istriku, mengapa engkau meminta ku untuk memberikan makanan ini? padahal kita sedang menikmatinya” sang suami marah, lalu beranjak keluar dan menghampiri sang pengemis.

“HEI PENGEMIS DEKIL…”hardik sang suami. “pergi sana! engkau mengganggu saja” sang suami mendorong pengemis itu hinggga terjatuh

sang istri menangis, ia tak menyangka suaminya akan berprilaku seperti ini.

setelah mendapat penghardikan dari sang tuan rumah, pengemis itu pun beranjak pergi dan menjauh dari rumah mewah itu

Tidak berapa lama kemudian..

usaha si suami mengalami kebangkrutan, kekayaannya sirna. Selain itu, Karena perangainya yang buruk, ia juga bercerai dengan istrinya.

sang istri itu pun kemudian menikah lagi dengan seorang pria yang baik perangainya lagi hidup berkecukupan.

Suatu ketika, sang istri itu tengah bersiap menikmati hidangan ayam panggang di meja makan bersama suami barunya.

Tiba-tiba pintu rumahnya diketuk oleh seorang pengemis.

“Tolong berikan makanan kita kepadanya,” pinta si suami kepada istrinya.

sang istri segera mematuhi kata suaminya.

Ketika kembali, sang istri itu menangis tersedu-sedu.

“Apa yang membuatmu menangis?” tanya suaminya.

“Pengemis tadi ternyata adalah suamiku. Dahulu, kami juga pernah didatangi oleh pengemis ketika tengah menikmati hidangan, lalu ia menghardik dan mengusir pengemis itu. Sekarang, ternyata ia justru menjadi pengemis.”

Suaminya berkata lembut, “Tahukah engkau, pengemis yang dulu diusirnya itu adalah aku.”

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top