Gadis Permen Kapas

Rifaa_

Di dunia kue terdapat sebuah negeri yang indah. Setiap sudut mata memandang hanya ada kue dan berbagai makanan manis. Rumah-rumah kue berbaris tersusun indah, sungai susu yang mengalir deras mengikuti arus sungai.

Anak-anak kue jahe bermain pasir dari tepung di taman kota. Anjing jelly yang manis ikut bermain bersama anak-anak itu. Di sudut taman, terdapat sekolah tempat para remaja mengejar mimpi.

Gadis cantik berambut permen kapas merah muda, mata hitam oreo, hidung mancung corong es cream, dan tubuh layaknya manusia, duduk di pojok kelas dikelilingi para teman kue nya.

Gadis permen kapas bernama yeira itu, adalah sfesies langka di negeri itu. Dia tidak memiliki orang tua bahkan dia selalu di bully karena berbeda dengan yang lain.

Sepulang sekolah, yeira pulang ke rumah kue nya diujung negeri. Dia tinggal bersama anjing jelly yang ia bernama Buldy.

“Buldy, apakah aku bisa bahagia seperti eza si kue jahe, atau oky si cookies coklat?” Tanya yeira sambil mengelus kepala buldy.

“Guk..guk…” Gonggong buldy seolah mengerti keluhan yeira.

Merasa mendapat semangat dari anjing kesayangannya, dia peluk buldy dan tertidur pulas sampai pagi.

Besok harinya, yeira pergi kesekolah. Dia duduk di bangku panjang astor di depan kelasnya, dia menatap eza kue jahe, oky cookies coklat, reva wafer coklat, yang sedang bermain ayunan.

Yeira memejamkan matanya menahan iri. Dia hanya membayangkan hal indah yang ingin ia dapatkan.

‘Brus…’ Ketiga manusia kue yang tadi yeira tatap menyiram yeira dengan seember air susu membuat rambut yeira meleleh.

Tak bisa apa-apa, yeira hanya bisa menatap mereka dengan tatapan kesal.

“Huhhh…yeira aneh…yeira aneh…” ledek eza, oky, reva bersamaan.

Yeira terus menatap mereka bertiga sampai matanya berubah menjadi merah oreo supreme, rambutnya memanjang lebih panjang dari biasanya.

Dengan nafas menggebu gebu tanpa yeira sadari rambutnya mengikat tubuh ketiga temannya itu. Semakin yeira tak bisa mengontrol emosinya, semakin erat pula ikatannya.

Tubuh yeira berubah menjadi merah padam. Dengan tubuh terikat dan nafas sesak eza, oky, reva berusaha meminta tolong. Sudah banyak yang datang dan berusaha menolong. Namun, rambut yeira menepis para manusia kue itu sampai terjatuh.

Yeira tak bisa mengontrol tubuh dan emosinya. Hingga membuat tubuh reva hancur seperti wafer yang di kunyah. Melihat hal itu yeira merasa bersalah. Rambutnya kembali seperti semula membuat eza dan oky terjatuh. Begitupun mata yeira kembali menghitam diikuti tubuhnya yang kembali seperti awal.

Yeira menatap sekitar, begitu banyak manusia kue yang menatap yeira penuh kecewa. Dengan rasa sedih, yeira berlari ke toilet dan menangis.

“Yeira monster…yeira monster…” Caci yeira pada dirinya sendiri sambil memukul mukul kepalanya.

Setelah cukup tenang yeira keluar dari toilet. Dia berjalan menyusuri koridor sekolah, banyak mata yang menatap yeira penuh kebencian. Yeira berlari sekencang mungkin menuju rumahnya.

Di sepanjang perjalanan banyak mata yang menatap penuh benci dan takut pada yeira. Dia kunci rumahnya dan mengurung diri di kamar sambil memeluk buldy.

Sudah berhari hari yeira mengurung diri. Sudah berhari hari pula warga berdemo kerumah yeira.

“Monster gak pantes tinggal di negri ini.” Teriakan dari luar terdengar samar samar

“Dasar makhluk aneh.” Hinaan demi hinaan tak henti henti yeira dengar.

Sampai akhirnya yeira memutuskan untuk pergi meninggalkan negeri itu. Dia berjalan menyusuri berbagai negri ditemani bulgy. Setiap kali diam untuk istirahat dia akan diusir bahkan sampai dilempari batuan coklat.

Berminggu minggu yeira berjalan, sampai akhirnya yeira masuk ke sebuah gua. Betapa kagetnya yeira saat melihat sebuah negri yang dipenuhi dengan kapas. Yeira berjalan dengan santai sampai dia melihat banyak rumah kue yang tersususn rapih.

Seorang gadis kecil dengan wujud serupa dengan yeira menatap yeira tanpa henti. Begitupun yeira menatap gadis itu tak menyangka bisa melihat makhluk seperti dirinya.

“Orang baru!” Teriak gadis itu.

Warga negeri itu berlarian keluar dari rumah mereka. Warga dengan sfesies seperti yeira mereka menyambut yeira.

Mereka menyiapkan berbagai hidangan. Yeira disambut dengan penuh bahagia dan cinta. Bahkan mereka berebut yeira agar bisa tinggal bersama. Mereka berpesta pora menyambut yeira. Mereka bernyanyi dan menari. Yeira menari nari sambil menggendong buldy dengan penuh bahagia sampai rambut merah mudanya berubah menjadi warna pelangi. Semua warga bahagia, bahkan bercampur kaget.

Warna pelangi melambangkan pengendalian emosi yang sudah terkontrol. Yeira dan warga sana melingkar membuat lingkaran dan menari menyanyi bahagia. Yeira pun tinggal bersama dengan sesamanya dengan penuh bahagia.

TAMAT

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top