Negeri Sakura

karya : stary

Suatu malam. Disebuah ruangan bernuansa gelap, ada seorang remaja cantik bernama Azura Namida. Azura adalah seorang Gadis blasteram antara indonesia dan jepang.

Pada saat itu Azura sedang main game diponselnya dan beberapa saat kemudian,terdengar suara ledakan yang sangat keras.

”Duarr..!!!”

“Suara apa itu!!” Azura berlari ke arah jendela sembari melepaskan headset yang dipakainya, yang dilihat nya hanyalah jalan yang hancur dan batu-batu yang berjatuhan.

“M-M-METEOR!! Otōsan to okāsan ga watashi o tasukete kureru

!!” teriaknya.

Semua nya gelap,hampa,batu mateor itu menabrak kamarnya.

“Oi-oi,bangunlah.” ucap seorang Laki-laki sembil menepuk-nepuk pipi Azura.

Azura mengejapkan matanya,lalu ia terbelalak.

“Aku dimana?…K-kamu siapa?!” tanya Azura pada laki-laki itu.

Rupanya Azura kembali terhidup di dunia lain yang dinamakan “Negeri isekai.”

“Hai, tenanglah,tadi kamu pingsan.”

Laki-laki itu kemudian berdiri sambil mengulurkan tangan nya.

“Ayo bangun,nama kamu Ochitsuki-Kamaru kan?.”

“B-bu-bukan.. “ucap Azura sambil menggelangkan kepalanya.

“Terus itu,identitas diseragam kamu itu apa?”tanya Laki-laki itu.

“What the hell !,terpaksa aku pake nama ini!”batin Azura.

“E-eh i-iya,maaf tadi lupa. ” Azura atau bisa dibilang Maru menggaruk kepalanya.

Laki-laki itu hanya bisa tertawa melihat tingkah laku Maru.

“By the way nama kamu siapa.?” tanya Maru.

“Oh iya, kenalin nama aku Kuro Arukoru.ini no telpon ku. Kalo butuh.” Kuro memberikan kartu namanya sambil tersenyum.

Maru berjalan gontai karena tidak tahu harus berbuat apa.

Lalu Maru membuka layar ponselnya dan menekan aplikasi chating nya. Seperti yang pernah ia mainkan tersebut.

“Ok… Oke kita cari orang-tua Gadis ini! Eh…Maksudnya orang tua gue sekarang!.”

Maru pun tertawa sendiri akibat jokes nya yang terlalu cringe.

“Nah ada nih! telpon atau chat aja ya? .” ucapnya sambil berfikir “telpon ajalah” lanjutnya.

“Tut,tut,tut,….”

“moshi-moshi ada apa Maru san.”

“Hmm um.Bunda..jemput aku dong…..”

“Huh…gimana sih yaudah share lock.”

“Okay makasih ya bund…”

“Iya sama-sama.”

Maru pun mengirim lokasinya pada saat itu juga tak selang lama datang mobil mewah berwarna hitam

“Wtf !! gila ya kayaknya ni orang, kaya raya deh”batin maru.

Setelah sampai diruamahnya ia pun membersihkan badan nya dan makan malam.

“Kayak nya aku reinkarnasi deh…” keluh Maru

“Gimana ya? apa aku tanya ruko-kun aja ya?.” pikir nya.

Maru pun menelpon kuro untuk menanya kan perihal transmigrasi nya ini.

“moshi-moshi! Kuro-kun.”

“ne..moshi-moshi siapa ini?”

“maru desu.”

“oh…maru san naze?”

“aku mau nanya perihal transmigrasi. “

“transmigrasi?”

“iya…. “

“semisalnya kalo kita rainkarnasi,cara kita kembali kedunia kita gimana ya?”

“kamu,korban rainkarnasi?”

“kata siapa?”

“soalnya 100 tahun sekali, akan ada manusia yang akan transmigrasi kedunia ini.”

“Ouh…emangnya kenapa ya?”

“karena semasa hidupnya tidak mendengarkan ucapan orang-tuanya dan membangkang nya.”

“yaudah makasih!”

“Sama-sama”

Maru pun menutup teleponnya dengan Kuro.

”Nyasel aku gak pernah dengerin kata orang tua dulu.” batin Maru.

TAMAT…..

Catatan.

Otōsan to okāsan ga watashi o tasukete kureru= Ayah,Ibu tolong aku.

Moshi-Moshi = Halo

Naze = Kenapa

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top